Langsung ke konten

Keaslian emas

Cara membedakan emas asli dan palsu: ciri-ciri, uji, dan batasnya

Tidak ada satu ciri yang membuktikan emas asli hanya dengan dilihat. Panduan ini menjelaskan ciri-ciri emas asli yang bisa Anda periksa sendiri, apa yang ditunjukkan uji magnet, batu uji, XRF dan fire assay, serta cara yang sebaiknya tidak dicoba di rumah.

Diperbarui · Baca dalam bahasa Inggris

Ciri-ciri emas asli yang bisa dilihat sendiri

Tidak ada satu ciri yang membuktikan emas asli hanya dengan dilihat. Yang bisa Anda lakukan di rumah adalah mengumpulkan petunjuk, lalu memutuskan apakah perlu diuji.

  • Kode kadar. Cari angka seperti 375, 700, 750, 875, 916, atau 999, atau tulisan karat seperti 18K. Arti tiap kode ada di tabel kadar emas. Kode adalah klaim dari pembuat atau penjual, bukan hasil uji.
  • Tanda yang justru menunjukkan lapisan. GP, GF, RGP, atau tulisan plated berarti barang dilapisi emas, bukan emas padat. XP tidak menyatakan kadar emas. Kode 925 menandakan perak.
  • Tanda aus. Pada barang berlapis, bagian yang sering bergesekan, seperti tepi cincin, kancing, dan sambungan rantai, bisa memperlihatkan warna logam lain ketika lapisannya menipis. Pedoman FTC Amerika Serikat pun mengakui bahwa bagian-bagian perhiasan mengalami tingkat keausan yang berbeda.
  • Nota atau surat. Surat yang mencantumkan kadar, berat, dan toko asal adalah petunjuk penting, dan memudahkan Anda menuntut hak jika ternyata tidak sesuai.

Warna bukan ciri yang andal. GIA menjelaskan bahwa logam paduan memengaruhi warna emas, dan emas putih biasanya dilapisi rodium. Kuningan dan perhiasan berlapis juga bisa tampak sangat mirip emas, sehingga “warna emas asli” tidak bisa dijadikan patokan.

Uji magnet: berguna untuk menyaring, bukan membuktikan

Emas, perak, dan tembaga tidak tertarik magnet; pengukuran fisika menunjukkan ketiganya bersifat diamagnetik. Artinya:

  • Jika perhiasan menempel kuat pada magnet, bagian itu mengandung logam magnetis dan bukan emas padat. Periksa dulu apakah yang tertarik hanya pegas di dalam kancing, yang bisa terbuat dari logam lain.
  • Jika perhiasan tidak tertarik, itu belum membuktikan emas. Tembaga yang dilapis warna emas juga tidak akan tertarik.

Gunakan magnet yang kuat dan dekatkan perlahan. Uji ini cepat dan tidak merusak, tetapi hanya menyingkirkan sebagian barang palsu.

Uji batu (uji gosok) di toko emas

Batu uji adalah metode lama yang masih dipakai dalam perdagangan perhiasan. GIA menjelaskan caranya: perhiasan digoreskan pada batu hitam berbutir halus sehingga meninggalkan jejak logam. Di sampingnya digoreskan jarum emas dengan kadar yang diketahui, misalnya 10K, 14K, 18K, dan 22K. Lalu goresan-goresan itu ditetesi asam penguji, dan reaksinya dibandingkan. Untuk barang yang mungkin berlapis, GIA menyarankan membuat takik kecil di bagian yang tidak terlihat agar logam di bawah permukaan ikut diuji; reaksi berbuih kehijauan menandakan logam dasar.

Studi GIA tentang metode pengujian emas mencatat bahwa hasil batu uji sangat bergantung pada keahlian penguji, dan asam yang dipakai berbahaya. Karena itu, uji ini sebaiknya dilakukan penguji berpengalaman di toko emas atau tempat pengujian, bukan dicoba sendiri di rumah.

Di internet juga sering disarankan menggosok perhiasan pada keramik tanpa glasir dan melihat warna goresannya. Cara itu tetap menggores perhiasan, dan tanpa jarum pembanding serta asam, warna goresan tidak menghasilkan angka kadar.

XRF dan fire assay: pengujian yang lebih teliti

  • XRF (fluoresensi sinar-X). Alat ini membaca komposisi logam tanpa merusak perhiasan. Studi GIA menemukan XRF bisa cukup akurat bila permukaan datar, logamnya homogen, dan alat dikalibrasi dengan paduan yang mirip. Namun sinar-X hanya berasal dari beberapa mikron di bawah permukaan, sehingga hasil pada barang berlapis bisa mencerminkan lapisannya saja, dan permukaan cembung atau bertekstur kurang andal.
  • Fire assay (kupelasi). Ini salah satu metode tertua untuk menentukan kandungan emas: logam dipanaskan pada suhu tinggi untuk memisahkan logam dasar, lalu emas yang tersisa ditimbang. ISO 9202 merujuk ISO 11426, metode kupelasi, untuk menentukan kadar emas perhiasan. Karena membutuhkan sampel logam, metode ini dipakai laboratorium saat kepastian benar-benar diperlukan.

Di Indonesia, SNI 8880 Barang-barang emas dari BSN mengatur persyaratan mutu dan metode uji kadar barang emas. Menurut BSN, sertifikasi SNI dimaksudkan memberi kepastian kadar dan karat produk emas bagi konsumen.

Yang sebaiknya tidak dilakukan: membakar, menggigit, dan asam sendiri

Pencarian “emas asli jika dibakar” termasuk yang paling banyak. Panas memang termasuk cara lama untuk memeriksa barang berlapis, tetapi api korek atau kompor di rumah bisa merusak batu permata, mutiara, enamel, sambungan solder, dan lapisan permukaan. Hasilnya juga tidak memberi angka kadar: perhiasan 375 dan 750 sama-sama emas, padahal kadarnya jauh berbeda.

Menggigit bisa meninggalkan bekas dan merusak perhiasan, tetapi tidak mengukur kadar. Membeli asam penguji dan mencobanya sendiri juga berisiko; GIA menekankan bahwa asam penguji menuntut penanganan yang aman.

Uji mana yang membuktikan apa?

Cara Bisa menunjukkan Tidak bisa membuktikan
Membaca kode Klaim kadar dari pembuat Bahwa klaim itu benar
Melihat warna Hampir tidak ada Kadar atau keaslian
Magnet Ada logam magnetis Bahwa barang itu emas
Batu uji Perkiraan karat dari goresan Isi barang berlapis, kecuali logam di bawahnya ikut diuji
XRF Komposisi permukaan Isi di bawah lapisan
Fire assay Kadar emas terukur (Butuh sampel logam)
Foto Kode yang terbaca, jenis dan kondisi perhiasan Kadar, berat, atau keaslian

Kapan perlu ke toko emas atau laboratorium?

Mintalah pengujian sebelum membeli emas bekas dalam jumlah besar, sebelum menjual atau menggadaikan perhiasan tanpa surat, dan setiap kali kode, warna, dan nota tidak cocok. Bawa nota bila ada, tanyakan metode uji yang dipakai, dan tanyakan apakah metode itu merusak perhiasan.

Sebelum berangkat, Anda bisa memotret kode dan seluruh perhiasan, lalu memakai identifikasi perhiasan dari foto untuk membaca cap yang kecil dan mengenali jenis perhiasan. Itu petunjuk awal, bukan bukti. Untuk kode tertentu, lihat emas 375 dan emas 750; untuk emas batangan Antam, baca cek emas lewat HP. Panduan serupa tersedia di How to tell if gold is real (bahasa Inggris).

Kode terlalu kecil untuk dibaca?

Potret kode dan perhiasannya. Pemeriksaan web gratis (dalam bahasa Inggris) memberi petunjuk awal, bukan bukti keaslian atau kadar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara membedakan emas asli dan palsu secara manual?

Di rumah Anda bisa membaca kode kadar, mencari tanda lapisan seperti GP, memeriksa bagian yang aus, dan memakai magnet sebagai penyaring. Semua itu petunjuk; kadar baru bisa dipastikan lewat batu uji, XRF, atau uji laboratorium.

Apa ciri-ciri emas asli?

Kode kadar yang jelas dan konsisten, tidak menempel pada magnet, tidak ada logam lain yang terlihat di bagian aus, dan nota yang mencantumkan kadar serta berat. Tidak satu pun dari ciri itu membuktikan keaslian sendirian.

Apakah emas asli tidak menempel pada magnet?

Benar, emas tidak tertarik magnet. Tetapi tembaga juga tidak, jadi perhiasan yang tidak menempel belum tentu emas.

Apakah emas asli jika dibakar tidak berubah warna?

Membakar perhiasan di rumah tidak memberi angka kadar dan bisa merusak batu, solder, enamel, atau lapisannya. Lebih aman meminta uji batu atau XRF di toko emas.

Batasan penting

Hasilnya adalah perkiraan visual awal. Ini bukan bukti keaslian, bukan hasil uji kadar, bukan penaksiran resmi, dan bukan pemeriksaan sertifikat emas batangan.

Sumber

Panduan ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa terhadap sumber primer di bawah ini. Isinya informasi umum, bukan uji kadar atau penaksiran atas perhiasan Anda.

  1. Methods for Determining Gold Content of Jewelry Metals (Gems & Gemology, Winter 1992) · Gemological Institute of America (GIA)
  2. Bench Tip #9: Use the Touchstone Method for Testing Purity in Karat Gold · Gemological Institute of America (GIA)
  3. The magnetic susceptibilities of copper, silver and gold and errors in the Gouy method · Philosophical Magazine (W. G. Henry & J. L. Rogers, 1956)
  4. 16 CFR Part 23 — Guides for the Jewelry, Precious Metals, and Pewter Industries · U.S. Federal Trade Commission (eCFR)
  5. Buying Guide for White, Yellow and Rose Gold Engagement Rings · Gemological Institute of America (GIA)
  6. ISO 9202:2019 Jewellery and precious metals — Fineness of precious metal alloys · International Organization for Standardization (ISO)
  7. Emas Primadona Investasi Saat Pandemi, BSN Tetapkan SNI 8880:2020 Untuk Jamin Kualitas · Badan Standardisasi Nasional (BSN)